Rabu, 04 Desember 2013

Dampak Pola Asuh Terhadap Kecerdasan Anak

Dampak Pola Asuh Terhadap Kecerdasan Sosial  Anak


Mendidik anak ibarat membuat ukiran di atas batu yang tidak akan mudah hilang, bahkan membekas sampai akhir hayat si anak. Karena itu, pola asuh khususnya pola asuh anak sangat berpengaruh terhadap kecerdasan sosial anak. Gaya asuh orang tua telah ditemukan dapat memprediksi pencapaian anak dalam ranah kompetesi sosial maupun dalam berbagai ranah lainya termasuk kinerja akademik, perkembangan psikososial, dan perilakunya. Penelitian yang   pada wawancara terhadap orang tua, laporan anak, dan observasi terhadap orang tua secara konsisten menemukan hal-hal berikut:

Ø Anak dan remaja yang orang tuanya otoritatif memiliki kompetensi instrumental (kinerja akademik) yang lebih tinggi daripada mereka yang orangtuanya non otoriter
Ø Anak remaja yang orang tuanya tak peduli adalah yang paling buruk kinerjanya dalam keduaranah kompetensi tersebut
Ø Anak dan remaja dari keluarga otoriter cenderung moderat dalam kinerja sekolahnya dan tidak terlibat dalam perilaku bermasalah, tetapi mereka menunjukan ketrampilan sosial yang kurang baik, harga diri yang lebih rendah, dan tingkat depresi yang tinggi.
Ø Anak dan remaja dari keluarga permisif cenderung terlibat dalam perilaku bermasalah dan kurang baik dalam kinerja sekolahnya, tetapi mereka menunjukkan harga diri yang lebih baik, dan tingkat depresi yang lebih rendah.


Dalam mengasuh anak, sebagaimana halnya dalam upayah-upayah lain, tidak ada satu cara yang selalu baik untuk segala hal. Namun demikian, adalah aman untuk mengatakan bahwa gaya asuh otoritatif lebih baik dari pada gaya-gaya asuh lainya di dalam memfasilitasi perkembangan kompetensi sosial pada anak, baik di dalam lingkungan keluarga  maupun dalam lingkungan teman sebayanya
      Keuntungan gaya asuh otoritatif dan efek yang merugikan dari gaya asuh tak peduli itu sudah dapat terlihat sejak anak berada pada masa pra-sekolah dan terus tampak selama masa remaja dan awal masa dewasanya (Darling, 1999). Sebagaimana orang tua yang otoritatif mampu menyeimbangkan tuntutan kepatuhan dengan penghargaan terhadap individualitas anaknya, demikian pula halnya dengan anak dari keluarga otoritatif tampaknya mampu menyeimbangkan tuntutan kepatuhan eksternal dan tuntutan berprestasi dengan kebutuhan otonomi dan individualisasinya.
          Dari pemaparan di atas, kida dapat sedikit menyimpulkan bahwa seberapa besar peranan yang dimainkan oleh orang tua di dalam membantu perkembangan kompetensi sosial anaknya terkait dengan jenis gaya asuh yang di praktikannya di dalam mengasuh anaknya.    

Daftar Pustaka
Fakhruddin, Asep Umar. 2011.Terapan Quantum Learning untuk Keluarga.Jogjakarta:Laksana

1 komentar: