Senin, 06 Mei 2013

ratna mettasari: makala "tingkat dan jenis profesi" profesi kegurua...

ratna mettasari: makala "tingkat dan jenis profesi" profesi kegurua...: MAKALAH PROFESI KEGURUAN TINGKAT DAN JENIS PROFESI     Dosen Pengampu : Edwin Tinda , S .Pd. Disusun Oleh : 1.   Puji...

makala "tingkat dan jenis profesi" profesi keguruan


MAKALAH PROFESI KEGURUAN
TINGKAT DAN JENIS PROFESI

   


Dosen Pengampu : Edwin Tinda, S.Pd.

Disusun Oleh :
1.  Puji Fahruliah                ( 118620600162 )
2.  Nur Izzati                       ( 118620600163 )
3. Ratna Mettasari             ( 118620600196 )


                                                                                    
 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR (PGSD)
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMADIYAH SIDOARJO
2012
                                                           


KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah Dzat yang menghias nurani hamba-hambanya dengan cahaya hidayah dan mendidik jiwa mereka dengan keindahan. Syukur alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat-Nya, karena atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan tugas pembuatan Makalah denga judul “Tingkat dan Jenis Profesi ’’. Tak lupa pula sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Muhammad s.a.w. Semoga sejahtera tetap terlimpah untuk keluarga baginda, para sahabat dan pengikutnya hingga akhir zaman.
Dalam penyusunan Makalah ini, penulis berusaha dan berupaya semaksimal mungkin untuk mengaplikasikan teori-teori yang telah penulis peroleh dari buku-buku literatur yang berhubungan dengan mata kuliah Profesi Keguruan, serta tak lepas pula dari bimbingan, arahan serta dukungan baik materi maupun spiritual dari berbagai pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada:
1.      Edwin Tinda, S.Pd. selaku dosen pengampu mata kulia profesi keguruan.
2.      Rekan-rekan dan semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu, yang telah membantu dalam penyusunan Makalah ini.
Dalam pembuatan Makalah ini, penulis menyadari sepenuhnya adanya kekurangan baik dari segi penulisan maupun isi pembahasan, oleh karena itu saran dan kritik yang bersifat membangun dari para pembaca sangat penulis harapkan demi kesempurnaan pembuatan Makalah selanjutnya. Harapan penulis semoga Makalah yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan pembaca pada umumnya.


Sidoarjo, 15 Maret 2012 
                                                                                               

Penulis


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.....................................................................................    i
KATA PENGANTAR....................................................................................    ii
DAFTAR ISI.................................................................................................    iii
BAB 1    PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang..........................................................................    1
1.2 Rumusan Masalah.....................................................................    1
1.3 Batasan Masalah........................................................................    2      
BAB 2   KAJIAN TEORI
2.1  Pengertian Profesi......................................................................    3
2.2  Tingkat Profesi...........................................................................    4
2.3  Jenis Profesi...............................................................................    9
BAB 3    PENUTUP                                                                                                  
3.1  Simpulan....................................................................................    20
3.2    Saran .........................................................................................    20
DAFTAR PUSTAKA




















BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Profesi merupakan suatu jabatan atau pekerjaan biasa seperti halnya dengan pekerjaan-pekerjaan lain. Pekerjaan tersebut harus diterapkan kepada masyarakat untuk kepentingan masyarakat umum, bukan untuk kepentingan individual, kelompok, atau golongan tertentu. Dalam melaksanakan pekerjaan tersebut harus memenuhi norma-norma. Orang yang melakukan pekerjaan profesi harus ahli, sudah memiliki daya pikir, ilmu dan keterampilan yang tinggi. Disamping itu dituntut juga dapat mempertanggung jawabkan dari hasil karyanya tersebut.
Menurut Pidarta (1997) bahwa ciri-ciri profesi sebagai berikut :
Pilihan jabatan didasari oleh motivasi yang kuat dan merupakan panggilan hidup orang yang bersangkutan.
v Telah memiliki ilmu, pengetahuan dan keterampilan khusus yang bersifat dinamis dan berkembang terus
v Ilmu pengetahuan, dan keterampilan khusus tersebut diperoleh melalui studi dalam jangka waktu lama di perguruan tinggi
v Punya otonomi dalam bertindak ketika melayani klien
v Mengabdi kepada masyarakat atau berorientasi kepada layanan sosial, bukan untuk mendapatkan keuntungan finansial
v  Menjadi anggota profesi
v Organisasi profesi tersebut menetukan persyaratan penerimaan para anggota, membina profesi anggota, mengawasi perilaku anggota, memberikan sanksi, dan memperjuangkan kesejahteraan anggota.
 Dengan demikian pekerjaan profesi harus berorientasi pada layanan sosial yang membutuhkan sikap rendah hati dan budi halus. Karena sikap rendah hati dan budi halus yang dapat menentukan keberhasilan suatu profesi.


1.2 Rumusan Masalah
1)      Apa yang di maksud dengan profesi ?
2)      Ada tingkatan apa saja di dalam profesi ?
3)      Sebutkan jenis – jenis profesi ?

1.3 Tujuan
            Setelah mempelajari ilmu profesi keguruan diharapkan penulis dapat mengetahui bagaimana tingkat dan jenis profesi.























BAB 2
KAJIAN TEORI

2.1  Pengertian Profesi
Secara etimologis, profesi berasal dari akar kata bahasa latin: profiteri yang berarti ‘’ikrar dimuka umum’’. Dari kata ini terbentuklah kata professio yang berarti suatu kegiatan kerja yang dikrjakan atas dasar suatu ikrar pengabdian. Dari professio ini kemudian menjadi istilah profession dalam bahasa inggris dan profesi dalam bahasa indonesia (Trianto, 2010).
Profesi ialah suatu jabatan atau pekerjaan biasa seperti halnya dengan pekerjaan-pekerjaan lain (Alim Sumarno, 2011).
Profesi adalah suatu jabatan yang memerlukan keahlian khusus dan tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang (Hamzah B. Uno, 2010)
Profesi adalah suatu pekerjaan yang mempunyai karakteristik tersendiri yang membedakan dengan pekerjaan lain. Karakteristik tersebut meliputi:
Ø      Keterampilan yang berdasar pada pengetahuan teoretis
Profesi diasumsikan mempunyai pengetahuan teoretis yang ekstensif dan memiliki keterampilan yang berdasar pada pengetahuan tersebut dan bisa diterapkan dalam praktek.
Ø      Asosiasi profesi
Profesi biasanya memiliki badan yang diorganisasi oleh para anggotanya, yang dimaksudkan untuk meningkatkan status para anggotanya. Organisasi profesi tersebut biasanya memiliki persyaratan khusus untuk menjadi anggotanya.
Ø      Pendidikan yang ekstensif
Profesi yang prestisius biasanya memerlukan pendidikan yang lama dalam jenjang pendidikan tinggi.
Ø      Ujian kompetensi
Sebelum memasuki organisasi profesi, biasanya ada persyaratan untuk lulus dari suatu tes yang menguji terutama pengetahuan teoretis.
Ø      Pelatihan institutional
 Selain ujian, juga biasanya dipersyaratkan untuk mengikuti pelatihan istitusional dimana calon profesi mendapatkan pengalaman praktis sebelum menjadi anggota penuh organisasi. Peningkatan keterampilan melalui pengembangan profesi juga dipersyaratkan.
Ø      Lisensi
 Profesi menetapkan syarat pendaftaran dan proses sertifikasi sehingga hanya mereka yang memiliki lisensi bisa dianggap bisa dipercaya.
Ø      Otonomi kerja
 Profesi cenderung mengendalikan kerja dan pengetahuan teoretis mereka agar terhindar adanya intervensi dari luar.
Ø      Kode etik
Organisasi profesi biasanya memiliki kode etik bagi para anggotanya dan prosedur pendisiplinan bagi mereka yang melanggar aturan.
Ø      Mengatur diri
Organisasi profesi harus bisa mengatur organisasinya sendiri tanpa campur tangan pemerintah. Profesi diatur oleh mereka yang lebih senior, praktisi yang dihormati, atau mereka yang berkualifikasi paling tinggi.
Ø      Layanan publik
 Diperolehnya penghasilan dari kerja profesinya dapat dipertahankan selama berkaitan dengan kebutuhan publik, seperti layanan dokter berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat.
Ø      Status dan imbalan yang tinggi
 Profesi yang paling sukses akan meraih status yang tinggi dan imbalan yang layak bagi para anggotanya. Hal tersebut bisa dianggap sebagai pengakuan terhadap layanan yang mereka berikan bagi masyarakat.
                                                                     (Proyeksagung, 2010).

2.2 Tingkat Profesi
Tingkat profesi seseorang dipengaruhi oleh tingkat pendidikan formal yang telah dicapai (kualifikasi akademik). Berdasarkan jenjang kualifikasi akademik tingkat profesi dibedakan menjadi beberapa kelompok:
a)        Para Profesional
Yaitu orang yang tugasnya membantu profesional. Pendidikan para profesional lebih rendah dari seorang profesional. Pendidikan para profesional hanya sampai program diploma I-III. Contoh, paramedis (perawat) yang tugasnya membantu tenaga medis (dokter)
b)   Profesional
Yaitu orang yang melaksanakan profesi yang berpendidikan minimal sarjana dan mengikuti pendidikan profesi atau lulus ujian profesi. Disamping lulus pendidikan sarjana dalam bidangnya juga harus mengikuti pendidikan profesi (diklat khusus profesi). Misalnya diklat calon hakim dan pengawas. Dengan cara demikian profesional dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Selain diklat yang bersifat khusus, sebagai profesi biasanya juga mengikuti pendidikan dan latihan yang berkaitan dan menunjang tugas keprofesian.
Pendidikan dan pelatihan dimaksud berupa pengalaman dalam mengikuti kegiatan pendidikan dan pelatihan dalam rangka pengembangan atau peningkatan kopetensi dalam melaksanakan tugas sebagai profesi, baik pada tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, nasional maupun internasional.
c)    Profesional spesialis
Yaitu tingkat tertinggi dalam dunia profesional. Profesional spesialis adalah mereka yang pendidikannya minimal pascasarjana (Master, S2) atau graduate study. Selain jenjang strata 2, dewasa ini beberapa profesi tertentu semisal profesi dosen, mensyaratkan kualifikasi akademik minimal doctor (S3), Khususnya diperuntukkan bagi para dosen yang akan mengampu jenjang pendidikan bagi program magister dan program doktor sendiri. Hal yang sama untuk profesi dokter dewasa ini juga dituntut untuk memiliki kualifikasi akademik spesialis yaitu suatu jenjang yang setingkat dengan doktor (S-3).
Dengan demikian semakin tinggi jenjang kualifikasi akademik seseorang (profesi), maka semakin pula tingkat profesionalisasi profesi tersebut. Dengan kata lain, bahwa jenjang profesionalisasi profesi berbanding lurus dengan tingkat kualifikasi akademik (Trianto, 2010).
Sedangkan profesi di dunia TI (Teknologi Informasi)  memiliki tingkatan yang telah berlaku secara umum di dunia kerja yaitu:
  1. Fresh Graduate
  2. Junior
  3. Experienced
  4. Senior
  5. Principal
  6. Manager
  7. Director
1. Fresh Graduate
          Mereka yang baru saja lulus dari universitas, institut, akademi ataupun sekolah menengah kejuruan dapat digolongkan sebagai fresh graduate. Sebagian dari mereka ada yang telah memiliki pengalaman kerja sehingga dapat digolongkan sebagai Junior atau malah Experienced. Untuk kasus ini sebutannya berubah dari fresh graduate menjadi experienced graduate.
Dengan bekal ilmu yang diperoleh selama kuliah, fresh graduate umumnya telah memiliki dasar-dasar pengetahuan dibidang TI seperti programming atau networking, akan tetapi tetap perlu adanya penyesuaian dengan lapangan kerja yang ada.                                                                                                             Sebagian besar fresh graduate belum dapat memastikan bidang profesi TI mana yang akan mereka jalani. Biasanya fresh graduate akan memilih bidang profesi yang sesuai dengan perusahaan tempat pertamakali mereka diterima kerja walaupun beberapa dari mereka ada juga yang telah memutuskan untuk bekerja di bidang profesi TI tertentu sesuai minat atau hobby-nya.
2. Junior
Setelah diterima kerja pertama kali sebagai karyawan, biasanya seorang fresh graduate akan di-training oleh perusahaan untuk dapat dipekerjakan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Mereka yang lulus training ini biasanya diberi titel “Junior“, misalnya Junior Programmer, Junior Network Engineer ataupun Junior Consultant. Tingkatan ini dapat dianalogikan dengan level “Genin” di salah satu manga terkenal. Seorang yang telah berada pada level junior dapat langsung mengisi lowongan kerja dengan kriteria misalnya: Programmer / TI staff dengan pengalaman 1 – 2 tahun.
3. Experienced
              Setelah bekerja selama lebih dari 2 tahun, seorang junior dapat naik ke level “Experienced“. Orang-orang di level inilah yang paling banyak dibutuhkan di dunia kerja dan dapat dianggap “siap kerja”.                                                    Nama profesi di level ini biasanya tidak diawali oleh embel-embel tertentu. Kalau kita mendengar istilah “Programmer”, “Developer”, “Software Engineer”, “Network Engineer”, maka itu sama saja dengan “Experienced Programmer” atau “Experienced Software Engineer”. Tingkatan ini dapat dianalogikan dengan level “Chunnin” di salah satu manga terkenal.
4. Senior
Level senior dapat dikatakan sebagai level technical tertinggi yang umumnya dapat dicapai seorang pekerja TI. Kita sering mendengar istilah “Senior Programmer”, “Senior Developer”, “Senior Software Engineer”, “Senior Network Engineer” dll. Untuk mencapai level ini, diperlukan pengetahuan dan pengalaman yang luas dalam bidangnya. Biasanya orang yang berada di level ini ditempatkan sebagai team lead dalam proyek. Tingkatan ini dapat dianalogikan dengan level “Jounin” di salah satu manga terkenal yang artinya “Elite”.
Seorang yang pantas dianggap memiliki tingkatan senior adalah “Expert” dalam bidang profesinya dan dapat diserahi tanggung jawab penuh mengenai teknologi dalam sebuah proyek atau layanan TI.
5. Principal
Istilah principal dalam jenjang karir TI mungkin agak jarang terdengar. Istilah seperti “Principal Software Engineer” atau “Principal Network Engineer” telah umum digunakan di dunia TI, hanya saja tidak banyak penyandang sebutan ini. Principal di sini maksudnya adalah “utama” / paling top. Selain tidak semua profesional TI dapat mencapai level ini, sebagian besar perusahaan merasa cukup untuk mempekerjakan seorang dengan level senior sebagai expert dalam aspek teknis. Akibatnya profesional TI yang telah mencapai level senior akan beralih ke manajemen seperti project manager bila ingin mencapai karir yang lebih tinggi. Kalau kita meminjam istilah salah satu manga terkenal, bisa dikatakan ini adalah level “S-Class” atau “Super”. Mereka yang dianggap mencapai level ini biasanya diakui sebagai yang paling cemerlang diantara para senior. Mereka tidak hanya dianggap sebagai “Expert” tetapi juga sebagai “Leader” dalam bidangnya.
Salah satu contoh dari level ini adalah mereka yang mendapatkan MVP Award (Most Valuable Professional) dari sebuah raksasa software yang tidak asing lagi bagi kita, atau yang memegang sertifikat CCIE dari sebuah vendor jaringan terbesar.
6. Manager
Seorang dengan level senior dan memiliki track record yang bagus biasanya dapat dipromosikan sebagai managar
7. Director
Seorang profesional TI yang dapat mencapai level direktur IT mungkin agak jarang sejarang kita mendengar istilah “TI Director”. Inilah jenjang karir tertinggi yang masih berhubungan erat dengan TI. Posisi ini juga dikenal sebagai CTO (Chief Technology Officer). Seorang yang berada di level direktur idealnya bekerja di tingkatan kebijakan dan strategi. Kebijakan dan strategi dalam pengembangan dan implementasi TI tentunya bagi seorang TI director. TI director diperlukan di perusahaan yang menempatkan TI sebagai hal yang critical dan sangat penting, sedangkan CTO biasanya ada di perusahaan TI / software development yang sudah cukup besar.
2.3 Jenis Profesi
    Ada berbagai jenis profesi dalam tataran kehidupan sosial manusia. Jenis-jenis pekerjaan itu dapat dibedakan berdasarkan hasil dari pekerjaannya, yaitu barang dan jasa.
v  Pekerjaan yang menghasilkan barang.
Jenis pekerjaan ini menghasilkan barang yang dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup, seperti makanan minuman dan perabot rumah tangga, dan lain-lain. Berikut ini adalah  contoh jenis pekerjaan yang menghasilkan barang.
  • Petani menghasilkan padi, jagung, dll.
  • Pengrajin menghasilkan meja, kursi dan kerajinan lain-lain.
  • Peternak menghasilkan telur, daging dan susu.



v  Pekerjaan yang menghasilkan jasa.
Jenis profesi ini menghasilkan jasa yang dibutuhkan  oleh masyarakat. Berikut ini adalah jenis – jenis profesi yang menghasilkan jasa.
Ø Akuntan
Seorang akuntan adalah praktisi akuntansi, yang merupakan ahli pengukuran, pengungkapan atau pemberian kepastian mengenai informasi keuangan yang membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain membuat keputusan alokasi sumber daya.
Ø Aktuaris
Seorang aktuaris adalah seorang profesi bisnis yang berhubungan dengan dampak keuangan risiko dan ketidakpastian. Aktuaris memberikan penilaian ahli sistem keamanan keuangan, dengan fokus pada kompleksitas, matematika, dan mekanisme.
Ø Advokat
Seorang advokat adalah seseorang yang berbicara atas nama orang lain, terutama dalam konteks hukum. Tersirat dalam konsep ini adalah gagasan bahwa diwakili kekurangan pengetahuan, keterampilan, kemampuan, atau berdiri untuk berbicara sendiri. Setara dengan luas di berbagai jurisdiksi hukum berbasis bahasa Inggris adalah “pengacara”.
Ø Arsitek
Seorang arsitek adalah orang yang terlatih dalam perencanaan, desain dan pengawasan konstruksi bangunan, dan izin untuk praktek arsitektur. Untuk praktek arsitektur berarti menawarkan atau memberikan layanan dalam hubungannya dengan desain dan konstruksi bangunan, atau sekelompok bangunan dan ruang dalam situs yang mengelilingi bangunan, sebagai hunian yang memiliki tujuan utama manusia.
Secara etimologis, arsitek berasal dari bahawa Latin architectus,  kata itu sendiri berasal dari bahasa Yunani arkhitekton (arkhi, kepala; tekton, pembangun), yaitu kepala pembangun. Keputusan seorang arsitek yang mempengaruhi keamanan publik, dan dengan demikian seorang arsitek harus menjalani pelatihan khusus yang terdiri dari pendidikan lanjutan dan praktikum (atau magang) untuk pengalaman praktis dan untuk mendapatkan izin praktek arsitektur. Persyaratan praktis, teknis, dan akademik untuk menjadi seorang arsitek bervariasi.
Istilah arsitek dan arsitektur juga digunakan dalam disiplin ilmu teknologi informasi (misalnya seorang arsitek perangkat lunak), arsitektur laut dan arsitektur lansekap. Di sebagian besar wilayah hukum di dunia, penggunaan profesional dan komersial istilah ‘arsitek’, di luar varian etimologis dicatat bahwa secara hukum dilindungi.
Ø Dokter Gigi
Kedokteran Gigi adalah cabang kedokteran yang terlibat dalam evaluasi, diagnosis, pencegahan, dan bedah atau non-bedah pengobatan penyakit, gangguan dan kondisi rongga mulut yang terkait dengan struktur dan dampaknya terhadap tubuh manusia. Kedokteran Gigi secara luas dianggap perlu untuk kesehatan secara keseluruhan. Mereka yang praktek kedokteran gigi dikenal sebagai dokter gigi. Tim pembantu dan pendukung dokter gigi dalam menyediakan layanan kesehatan mulut, meliputi asisten gigi, hygienists gigi, teknisi gigi, dan terapis gigi.
Ø Insinyur
Insinyur adalah orang yang bekerja untuk mengembangkan solusi ekonomi dan keamanan untuk masalah-masalah praktis, dengan menerapkan matematika, ilmu pengetahuan dan kecerdikan sambil mempertimbangkan kendala teknis. Istilah ini berasal dari akar bahasa Latin ‘ingenium,’ berarti ‘kepandaian’. Revolusi industri dan perkembangan teknologi terus-menerus dari beberapa abad terakhir ini sedikit mengubah konotasi istilah, bahwa persepsi insinyur adalah sebagai ilmuwan. Pekerjaan insinyur adalah penghubung antara kebutuhan yang dirasakan masyarakat dengan aplikasi komersial.
Ø Pengacara
Seorang pengacara, menurut Black’s Law Dictionary, adalah “seseorang yang mempelajari hukum. Sebagai pengacara, seseorang berlisensi untuk melakukan praktek hukum’. Hukum adalah sistem aturan perilaku yang ditetapkan oleh pemerintah berdaulat dari masyarakat untuk memperbaiki kesalahan, menjaga stabilitas otoritas politik dan sosial, dan memberikan keadilan.
 Bekerja sebagai pengacara melibatkan aplikasi praktis dari teori hukum abstrak dan pengetahuan untuk memecahkan masalah individual yang spesifik, atau untuk memajukan kepentingan orang-orang yang mempertahankan (yaitu, menyewa) pengacara untuk melakukan pelayanan hukum.
Ø Pustakawan
Pustakawan adalah seorang profesional yang terlatih informasi di perpustakaan dan ilmu informasi, yang merupakan organisasi dan manajemen jasa informasi atau materi bagi mereka yang membutuhkan informasi. Biasanya, pustakawan bekerja di perpustakaan umum, sebuah SD atau media center sekolah menengah, perpustakaan dalam bisnis atau perusahaan, atau lembaga lain seperti rumah sakit atau firma hukum. Beberapa pustakawan adalah pengusaha independen bekerja sebagai spesialis informasi, cataloger, pengindeks dan profesional lainnya. Pustakawan dapat dikategorikan sebagai masyarakat sekolah, pemasyarakatan khusus mandiri atau akademis pustakawan.
Ø Perawat
Perawat adalah profesi kesehatan yang bekerja sama dengan anggota lain dari tim perawatan kesehatan. Bertanggung jawab untuk pengobatan, keselamatan, dan pemulihan akut atau kronis orang sakit. Promosi kesehatan dan pemeliharaan dalam keluarga, komunitas, populasi, dan, pengobatan keadaan darurat yang mengancam nyawa dalam berbagai macam pengaturan perawatan kesehatan. Perawat melakukan berbagai fungsi klinis dan non-klinis yang diperlukan untuk penyampaian perawatan kesehatan, dan juga mungkin terlibat dalam riset medis dan keperawatan.
Kedua peran perawatan dan pendidikan pertama kali didefinisikan oleh Florence Nightingale dalam  pengalamannya merawat orang yang terluka dalam Perang Krimea. Sebelumnya, perawat dianggap perdagangan dengan praktek umum yang standar atau didokumentasikan. Konsep Nightingale’s digunakan sebagai pedoman untuk membangun sekolah-sekolah perawat di awal abad kedua puluh, yang sebagian besar program pelatihan berbasis rumah sakit menekankan pengembangan seperangkat keterampilan klinis.
Ø Apoteker
Apoteker adalah tenaga kesehatan yang mempraktekkan ilmu farmasi. Dalam perannya  apoteker biasanya mengambil permintaan untuk obat-obatan dari penyedia resep kesehatan dalam bentuk resep perawatan medis, mengevaluasi kesesuaian resep, membagikan obat kepada pasien dan nasihat mereka tentang penggunaan yang tepat dan efek samping obat itu. Dalam hal ini peran apoteker bertindak sebagai perantara belajar antara dokter dan pasien dalam memastikan penggunaan obat yang aman dan efektif .
Apoteker juga berpartisipasi dalam pengelolaan penyakit, dimana mereka mengoptimalkan dan memantau terapi obat atau menginterpretasikan hasil laboratorium medis, bekerja sama dengan dokter atau profesi kesehatan lainnya. Apoteker memiliki banyak bidang keahlian dan sumber penting dari pengetahuan medis di klinik, rumah sakit, laboratorium kesehatan dan farmasi komunitas di seluruh dunia. Apoteker juga memegang posisi dalam industri farmasi serta dalam pendidikan farmasi dan penelitian dan lembaga pembangunan.
Ø Dokter
Seorang dokter dikenal sebagai dokter medis, dokter, atau cukup dokter praktek.  Profesi kedokteran kuno  berkaitan dengan memelihara atau memulihkan kesehatan manusia melalui penelitian, diagnosis, dan perawatan penyakit atau cedera. Profesi ini membutuhkan suatu pengetahuan yang terperinci dari disiplin akademis (seperti anatomi dan fisiologi) . Penyakit yang mendasari dalam pengobatan ilmu kedokteran dan kompetensi juga diterapkan layak dalam praktiknya .Kedua peran dokter dan makna dari kata itu sendiri bervariasi secara signifikan di seluruh dunia, tetapi secara umum dipahami, etika mengharuskan obat dokter menunjukkan pertimbangan, kasih sayang dan kebajikan bagi pasien mereka
Ø Professor
Arti kata profesor dalam bahasa latin adalah professor yaitu orang yang mengaku menjadi ahli dalam beberapa seni atau ilmu. Di negara-negara berbahasa Inggris kebanyakan mengacu pada akademik senior yang memegang kursi departemen, terutama sebagai kepala departemen, atau kursi pribadi yang diberikan secara khusus untuk individu tersebut. Ini adalah kasus di negara-negara Persemakmuran (kecuali Kanada) dan Republik Irlandia. Namun, di Amerika Serikat dan Kanada professor adalah gelar yang diberikan kepada kelompok yang jauh lebih besar dari guru-guru senior di perguruan tinggi dan universitas.
Ø Guru
Dalam pendidikan, guru adalah orang yang menyediakan pendidikan bagi orang lain. Seorang guru yang memfasilitasi pendidikan untuk setiap siswa juga dapat digambarkan sebagai seorang tutor pribadi. Peran guru adalah formal dan berkelanjutan, yang dilakukan dengan cara bekerja di sekolah atau tempat pendidikan formal lainnya. Di banyak negara, seseorang yang ingin menjadi guru di sekolah-sekolah negeri yang didanai harus terlebih dahulu memperoleh kualifikasi profesi atau mandat dari sebuah universitas atau perguruan tinggi. Kualifikasi profesi ini dapat mencakup studi tentang pedagogik ilmu mengajar. Guru harus melanjutkan pendidikan mereka setelah mereka menerima gelar dari sebuah universitas. Guru dapat menggunakan rencana pelajaran untuk memfasilitasi belajar siswa, memberikan suatu program studi yang mencakup kurikulum standar.
 Peran guru dapat bervariasi antar budaya. Guru mengajarkan melek huruf dan menghitung serta beberapa mata pelajaran sekolah lain. Guru-guru lain dapat memberikan instruksi dalam pengerjaan atau pelatihan kejuruan, Seni, agama atau spiritualitas, kewarganegaraan, peran masyarakat, atau keterampilan hidup. Tiga tugas utama guru anrara lain:
a)    Tugas profesional seorang guru adalah dalam rangka meneruskan atau mentransmisi ilmu pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai lain yang belum diketahui anak dan seharusnya diketahui oleh anak.
b)   Tugas manusiawi yakni membantu anak didik agar dapat memenuhi tugas-tugas utama dan manusia kelak dengan sebaik-baiknya dalam rangka transformasi diri, identifikasi diri sendiri dan pengertian tentang diri sendiri.
c)     Sedangkan tugas kemasyarakatan merupakan konsekuensi guru sebagai warga negara yang baik, turut mengemban dan melaksanakan
apa yang telah digariskan oleh bangsa dan negara lewat UUD 1945.
Di beberapa negara, pendidikan formal dapat terjadi melalui home schooling.Belajar secara informal dapat dibantu oleh seorang guru menempati peran sementara atau berkelanjutan, seperti orang tua, saudara dalam sebuah keluarga atau oleh siapapun dengan pengetahuan dan keterampilan dalam pengaturan masyarakat luas.
Seorang guru perlu mengetahui dan dapat menerapkan beberapa prinsip mengajar agar dapat melaksanakan tugasnya dengan profesional. Hal ini meliputi:
a)    Guru harus dapat membangkitkan perhatian peserta didik pada materi pelajaran yang diberikan serta dapat menggunakan berbagai media dan sumber belajar yang bervariasi.
b)   Guru harus dapat membangkitkan minat peserta didik untuk aktif dalam berfikir serta mencari dan menemukan sendiri pengetahuan.
c)    Guru harus dapat membuat urutan dalam pemberian pelajaran dan penyesuaiannya dengan usia dan tahapan tugas perkembangan peserta didik
d)   Guru perlu menghubungkan pelajaran yang akan diberikan dengan pengetahuan yang telah dimiliki peserta didik agar peserta didik menjadi mudah dalam memahami pelajaran yang diterimanya.
e)    Sesuai dengan prinsip repetisi dalam proses pembelajaran, diharapkan guru dapat menjelaskan unit pelajaran secara berulang-ulang hingga tanggapan peserta didik menjadi jelas.
f)    Guru wajib memperhatikan dan memikirkan kolerasi atau hubungan antara mata pelajaran dan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari.
g)   Guru harus tetap menjaga konsentrasi belajar para peserta didik dengan cara memberikan kesempatan berupa pengalaman secara langsung, mengamati atau meneliti, dan menyimpulkan pengetahuan yang didapatnya.
h)   Guru harus mengembangkan sikap peserta didik dalam membina hubungan sosial, baik dalam kelas maupun diluar kelas.
i)     Guru harus menyelidiki dan mendalami perbedaan peserta secara individual agar dapat melayani siswa sesuai dengan perbedaannya tersebut (Hamzah B. Uno, 2010).
Ø Ilmuwan
Seorang ilmuwan, dalam arti luas adalah setiap orang yang melakukan kegiatan sistematis untuk memperoleh pengetahuan atau individu yang bergerak dalam praktek-praktek dan tradisi-tradisi yang dikaitkan dengan sekolah-sekolah pemikiran atau filsafat. Dalam arti lebih terbatas, ilmuwan adalah seseorang yang menggunakan metode ilmiah. Orang dapat menjadi ahli dalam satu atau lebih bidang ilmu (http://bajirul.wordpress.com, 2010).
Ø  PemadamKebakaran
            Memang terdengar heroik dan sarat dengan nilai-nilai perjuangan karena pemadam kebakaran bekerja hanya saat-saat darurat yang berhubungan dengan api. Ketika tidak sedang bertugas, hari-hari pemadam api diisi dengan latihan fisik rutin, latihan keadaan darurat, dan membuat laporan tentang pemadaman api yang mereka lakukan. Tidak jarang juga, pemadam api melakukan survei ke perumahan padat penduduk dan memeriksa potensi kebakaran di sana. Di Amerika dan Jepang, masyarakat sangat mengidolakan pemadam kebakaran karena sikap heroik mereka dan kesetiaan mereka dalam menolong.

Ø  Jenis profesi untuk Administrasi, Maintenance, Management dan Audit

Berikut merupakan beberapa jenis profesi di bidang TI. Dengan posisi tenaga kerja di bidang Teknologi Informasi (TI) yang sangat bervariasi karena menyesuaikan dengan  skala bisnis dan kebutuhan  pasar, 
maka sangat sulit untuk mencari standardisasi pekerjaan  di bidang ini. Tetapi setidaknya kita dapat mengklasifikasikan tenaga kerja di bidang Teknologi Informasi tersebut berdasarkan jenis dan kualifikasi pekerjaan yang ditanganinya. Jenis pekerjaan di bidang TI antara lain meliputi :  
a.    Administrasi  
1.   TI Administrator. Tugasnya adalah menyediakan implementasi & administrasi yang meliputi Local Area Network (LAN), Wide Area Network (WAN) dan koneksi dial-up, firewall, Proxy serta pendukung teknisnya. 
2.   Network Administrator. Mengurusi & mengoperasi jaringan LAN maupun WAN, manajemen sistem serta dukungan terhadap perangkat kerasnya. 
3.   Database Administrator. Bertanggung jawab Untuk administrasi & pemeliharaan teknis yang menyangkut perusahaan dalam pembagian sistem database.
b.   Programmer 
Merupakan bidang pekerjaan untuk melakukan pemrograman komputer terhadap suatu sistem yang telah dirancang sebelumnya. Jenis pekerjaan ini memiliki 3 tingkatan yaitu : 
1.   Supervised (terbimbing). Tingkatan awal dengan 0-2 tahun pengalaman, membutuhkan pengawasan dan petunjuk dalam pelaksanaan tugasnya.  
2.   Moderately supervised (madya). Tugas kecil dapat dikerjakan oleh mereka tetapi tetap membutuhkan  bimbingan untuk tugas yang lebih besar, 3-5 tahun pengalama 
3.   Independent/Managing (mandiri). Memulai tugas, tidak membutuhkan bimbingan dalam pelaksanaan tugas. 
c.   Sytem Analyst ( Analis Sistem ) 
Merupakan bidang pekerjaan untuk melakukan analisis dan desain terhadap sebuah sistem sebelum dilakukan implementasi atau pemrograman lebih lanjut. Analisis dan desain merupakan kunci awal untuk keberhasilan sebuah proyek-proyek berbasis komputer. Jenis pekerjaan ini juga memiliki 3 tingkatan seperti halnya pada programmer. 
d.   Project Manager (Manajer Proyek) 
Pekerjaan untuk melakukan manajemen terhadap proyek-proyek berbasis sistem informasi. Level ini adalah level pengambil keputusan. Jenis pekerjaan ini juga memiliki 3 tingkatan seperti halnya pada programmer, terhgantung pada kualifikasi proyek yang dikerjakannya.           
e.   Instructor (Instruktur)
Berperan dalam melakukan bimbingan, pendidikan dan pengarahan baik terhadap anak didik maupun pekerja level di bawahnya. Jenis pekerjaan ini juga memiliki 3 tingkatan seperti halnya pada programmer.          
f.    Specialist
Pekerjaan ini merupakan pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus. Berbeda dengan pekerjaan-pekerjaan yang lain,  pekerjaan ini hanya memiliki satu level saja yaitu  independent  ( managing ), dengan asumsi bahwa hanya orang dengan kualifikasi yang ahli dibidang tersebut yang memiliki tingkat profesi spesialis.


BAB 3
PENUTUP

2.1 Simpulan
Profesi ialah suatu jabatan atau pekerjaan biasa seperti halnya dengan pekerjaan-pekerjaan lain (Alim Sumarno, 2011). Di dalam profesi ada 3 tingkatan menurut Trianto yaitu :
1)      Para profesional
2)      Prefesional
3)      Profesional Spesialis
         Ada berbagai jenis profesi dalam tataran kehidupan sosial manusia. Jenis-jenis pekerjaan itu dapat dibedakan berdasarkan hasil dari pekerjaannya, yaitu : barang dan jasa. Pekerjaan yang bisa menghasilkan barang yaitu :
1)                                                  Petani
2)                                                  Pengrajin
3)                                                  Peternak
Sedangkan pekerjaan yang bisa menghasilkan jasa adalah :
1) Akuntan
2) Aktuaris
3) Advokat
4) Dokter
5) Guru
6) Administrasi dan lain-lain.

2.2 Saran
Saran untuk penulis selanjutnya adalah menggunakan literatur yang lebih banyak dan lebih bervariasi dari yang digunakan penulis. Dan membahas permasalahan yang lebih mendalam






DAFTAR PUSTAKA

B. Uno, Hamzah2010. Profesi Kependidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
2010. “Jenis-Jenis Profesi”. http://bajirul.wordpress.com17 Maret 2012.
Trianto. 2010. Pengantar Penelitian Pendidikan bagi Pengembangan Profesi pendidikan dan tenaga kependidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Akuarie. 2011. “Berbagai Jenis Profesi untuk Administrasi, Maintenance, Management, Audit”. http://akuarie.blogspot.com. 17 Maret 2012.
2010. “Jenis – jenis Pekerjaan di Tinjau Secara Umum”. http://syadiashare.com. 18 Maret 2012.
Najib. 2011. “Macam – macam Pekerjaan Paling Favorit”. http://terbaca.com. 18 Maret 2012.
2011. “Jenjang Karir di Dunia IT”. http://totonsiplho.wordpress.com. 18 Maret 2012.

.