SALAH SATU PERMASALAHAN PENDIDIKAN DI INDONESIA
pada dasarnya orangtua memberikan pendidikan yang maksimal dan terbaik terhadap anaknya
secara kasat mata pendidikan di indonesia terlihat baik dan tidak ada suatu permasalahan, tetapi ketika kita terjun dan menyelidiki secara langsung di lapangan. Permasalahan pendidikan yang terjadi di Indonesia sangatlah kompleks. contoh permasalahan pendidikan di indonesia yang sering kita jumpai langsung ataupun di media massa yaitu tawuran antar pelajar
dibawah ini adalah salah satu berita tawuran pelajar yang saya ambil dari salah satu media massa
dibawah ini adalah salah satu berita tawuran pelajar yang saya ambil dari salah satu media massa
Liputan6.com, Jakarta: Tewasnya pelajar SMA Negeri 6 Jakarta, Alawy Yusianto Putra (15) menambah panjang daftar pelajar yang tewas sia-sia akibat kekerasan pelajar. Menurut catatan Komisi Nasional Perlindungan Anak, setiap tahun puluhan pelajar di Jabodetabek tewas akibat tawuran antarpelajar.
Kesedihan dirasakan para pelajar SMA Negeri 6 Bulungan, Jakarta, begitu mengetahui teman mereka, Alawy Yusianto Putra, siswa kelas satu tewas, Senin kemarin. Sejumlah pelajar tak kuasa menahan air mata.
Alawy tewas setelah terjadi perkelahian antara pelajar SMA Negei 6 Jakarta dan SMA Negeri 70 Jakarta. Alawy yang tengah bersama teman-temannya tidak jauh dari sekolah, ditikam senjata tajam di bagian dada. Dua pelajar lain terluka dan kini masih dirawat di rumah sakit. Polisi menemukan sejumlah barang bukti seperti celurit dan batu.
Tewasnya Alawy menambah panjang daftar pelajar yang tewas sia-sia akibat kasus kekerasan antarpelajar. Jika melihat catatan Komisi Nasional Perlindungan Anak, jumlah kasus tawuran antarpelajar di Jabodetabek dan jumlah korban tewas sudah sangat memprihatinkan.
Pada 2011, terjadi 139 kasus tawuran antarpelajar. Sebanyak 36 pelajar tewas dalam serangkaian kasus tawuran tersebut. Di tahun 2012 hingga bulan September ini, sudah terjadi 127 kasus tawuran antarpelajar. Sementara jumlah pelajar yang tewas mencapai 26 orang.
Komisi Nasional Perlindungan Anak menilai, maraknya kasus tawuran antarpelajar dan banyaknya pelajar yang tewas menunjukkan kegagalan pemerintah dalam membangun sistem pendidikan.
Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mendesak adanya evaluasi kurikulum untuk mengurangi potensi kekerasan pelajar. (FRD)
ketika melihat berita di atas kita akan tersadarkan tentang kondisi pendidikan di indonesia yang semakin hari semakin memperhatinkan. sebagai orang tua kita juga harus lebih selektif dalam memperhatikan pendidikan yang di terima anak kita, dan sebagai guru kita harus lebih menjaga anak didik kita karena orang tua anak didik telah menitipkan anaknya untuk di bimbing dan mendapatkan ilmu pengetahuan yang belum diperoleh dalam lingkungan keluarga. jadi disini untuk memajukan pendidikan anak harus ada interaksi yang baik antara orangtua dan pihak sekolah, sehingga akan meminimalisir permasalahan pendidikan seperti tawuran. dll
Sm0ga qt bs menyelesaikan permasalahan pendidikan yg ada di ind0nesia.
BalasHapussepertinya ini semua perlu adanya komunikasi antara pemerintah, guru, wali murid dan muridnya juga. agar hal ini tidak terjadi lagi di kemudian hari.
BalasHapus