Sabtu, 04 Mei 2013

model pembelajaran tipe TGT


BAB 1PENDAHULUAN  1.1  Latar Belakang
Perkembangan dan kemajuan suatu bangsa dipengaruhi oleh mutu pendidikan. Pendidikan merupakan sarana dan wahana yang strategis di dalam pengembangan sumber daya manusia. Oleh karena itu pendidikan harus mendapat perhatian serta penanganan secara serius, khususnya pada mata pelajaran matematika.Matematika adalah salah satu ilmu dasar, yang semakin dirasakan keterkaitannya dengan bidang-bidang ilmu lainnya seperti ekonomi dan teknologi. Ilmu matematika sekarang ini sudah banyak digunakan dalam berbagai bidang seperti bidang industri, asuransi, ekonomi, pertanian, dan di banyak bidang sosial maupun teknik.Meskipun matematika adalah mata pelajaran yang diajarkan mulai dari tingkat sekolah dasar sampai sekolah tingkat menengah. Sampai saat ini matematika masih dianggap mata pelajaran yang sulit, membosankan, bahkan menakutkan. Anggapan ini mungkin tidak berlebihan selain mempunyai sifat yang abstrak, pemahaman konsep matematika yang baik sangatlah penting karena untuk memahami konsep yang baru diperlukan prasyarat pemahaman konsep sebelumnya.
Praktek pembelajaran matematika yang terjadi di sebagian besar sekolah selama ini cenderung pada pembelajaran berpusat pada guru. Guru menyampaikan materi pelajaran dengan menggunakan metode ceramah sementara siswa mencatatnya pada buku catatan. Pengajaran dengan metode seperti ini dianggap sebagai proses penyampaian fakta-fakta kepada siswa. Siswa dianggap berhasil dalam belajar apabila mampu mengingat banyak fakta, dan mampu menyampaikan kembali fakta-fakta tersebut kepada orang lain atau menggunakannya untuk menjawab soal-soal dalam ujian. Selain itu, dalam metode ini siswa cenderung pasif karena dalam mempelajari ilmu sebagian besar diperoleh dari guru, siswa tidak diberi kesempatan untuk membangun pengetahuannya sendiri. Hal ini menyebabkan siswa kurang mandiri dalam belajar matematika.Salah satu usaha untuk meningkatkan kemandirian siswa adalah dengan menerapkan pembelajaran kooperatif atau belajar secara berkelompok. Pembelajaran kooperatif menempatkan guru hanya sebatas sebagai fasilitator. Guru memberikan informasi secara garis besar dan kemudian akan diselesaikan oleh siswa dalam kelompok-kelompok kecilnya.Sehingga akan tercipta interaksi antar siswa, yang diharapkan siswa dapat menguasai materi pelajaran dengan mudah karena siswa memahami penjelasan dari temannya yang memiliki taraf pengetahuan dan pemikiran lebih sejalan dan sepadan.Dari uraian diatas, kami ingin menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games and Tournaments) dalam menyampaikan materi “Persentase” kepada siswa kelas 6 sekolah dasar, karena selain kooperatif metode ini juga lebih aktif melalui permainan dan turnamen atau lomba.1.2 Rumusan Masalah1        Apa yang dimaksud model pembelajaran kooperatif?
2        Apa yang dimaksud pembelajaran kooperatif tipe TGT?3        Bagaimana prosedur pelaksanaan pembelajaran model kooperatif tipe TGT?
4        Apa kelebihan dan kekurangan pembelajaran model kooperatif tipe TGT? 1.3 Tujuan            Setelah mempelajari mata kulia MTK diharapkan penulis dapat Memahami apa yang dimaksud dengan model pembelajaran kooperatif. Memahami apa yang dimaksud dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT.Memahami bagaimana prosedur pelaksanaan pembelajaran model kooperatif tipe TGT.      BAB 1IKAJIAN TEORI  2.1  Model Pembelajaran Kooperatif
Model pembelajaran kooperatif adalah pola interaksi siswa dengan guru didalam kelas yang menyangkut strategi, tipe, metode, dan teknik pembelajaran yang diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran di kelas (Nasikan, 2006:17).Pembelajaran kooperatif atau cooperative learning adalah salah satu bentuk pembelajaran yang berdasarkan paham konstruktivisme, dimana siswa harus membangun pengetahuannya sendiri. Strategi belajar dalam pembelajaran kooperatif yaitu dengan menempatkan  sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat  kemampuannya berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompoknya, setiap siswa  anggota kelompok harus saling bekerja sama dan saling membantu untuk memahami materi pelajaran,   memecahkan masalah yang dihadapi serta mencapai tujuan yang mereka inginkan. Pembelajaran kooperatif, belajar dikatakan belum selesai jika salah satu teman dalam kelompok belum memahami atau menguasai materi pelajaran yang telah ditugaskan oleh guru.Hal ini tentu akan memberikan pengaruh positif pada siswa, siswa dengan kemampuan rendah akan dapat memahami materi yang dipelajari dari banyaknya interaksi yang dilakukan dengan siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedangkan siswa yang memiliki kemampuan tinggi akan mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam dari interaksinya itu.2.2  Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Teams Games  and Tournament)
Metode TGT dikembangkan pertama kali oleh David De Vries dan Keith Edward. Metode ini merupakan suatu pendekatan kerja sama antar kelompok dengan mengembangkan kerja sama antarpersonal. Dalam pembelajaran ini terdapat penggunaan teknik permainan. Permainan ini mengandung persaingan menurut aturan-aturan yang telah ditentukan. Dalam permainan diharapkan tiap-tiap kelompok dapat menggunakan pengetahuan dan keterampilannya untuk bersaing agar memperoleh suatu kemenangan. Pembelajaran kooperatif dengan metode TGT ini memiliki kesamaan dengan metode STAD dalam pembentukan kelompok dan penyampaian materi tetapi menggantikan kuis dengan turnamen atau lomba dimana siswa memainkan game atau permainan akademik dengan anggota tim atau kelompok lain untuk meyumbangkan poin bagi skor tim atau kelompoknya. Teman satu tim atau kelompok akan saling membantu dalam mempersiapkan diri untuk permainan dengan mempelajari lembar kegiatan dan menjelaskan masalah-masalah satu sama lain, tetapi sewaktu siswa sedang bermain dalam game atau permainan, teman yang lain tidak boleh membantu, dan guru perlu memastikan telah terjadi tanggung jawab individual.
Dalam pembelajaran kooperatif tipe TGT ini siswa sebelumnya telah belajar secara individual, untuk selanjutnya belajar kembali dalam kelompok masing-masing. Dan kemudian mengadakan turnamen atau lomba atau lomba dengan anggota kelompok lainnya sesuai dengan tingkat kemampuannya. Seperti karakteristik pembelajaraan kooperatif lainnya, TGT memunculkan adanya kelompok dan kerjasama dalam belajar. Dalam pembelajaran kooperatif tipe TGT, siswa yang mempunyai kemampuan dan jenis kelamin yang berbeda dijadikan dalam sebuah tim atau kelompok yang terdiri dari 4 sampai 5 siswa. Sebagai salah satu model pembelajaran kooperatif TGT sangat mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus membedakan adanya perbedaan status, melibatkan siswa sebagai tutor sebaya, dan adanya unsur reinforcement (penguatan). Kemudahan penerapan TGT ini disebabkan dalam pelaksanaanya tidak adanya fasilitas pendukung yang harus tersedia seperti peralatan atau ruangan khusus. Selain mudah diterapkan dalam penerapannya TGT juga melibatkan aktivitas seluruh siswa untuk memperoleh konsep yang diinginkan.
      2.3 Komponen-Komponen dalam Pelaksanaan Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Teams Games and Tournament)
Secara umum ada 5 komponen utama dalam penerapan model TGT, yaitu:1.    Penyajian Kelas (Class Presentations)                          Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas atau sering juga disebut dengan presentasi kelas (class presentations). Kegiatan ini biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah yang dipimpin oleh guru.Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru, karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat game atau permainan karena skor game atau permainan akan menentukan skor kelompok.2.    Kelompok (Teams)
Kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik, jenis kelamin dan ras atau etnik. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game atau permainan. Setelah guru memberikan penyajian kelas, kelompok (tim atau kelompok belajar) bertugas untuk mempelajari lembar kerja. Dalam belajar kelompok ini kegiatan siswa adalah mendiskusikan masalah-masalah, membandingkan jawaban, memeriksa, dan memperbaiki kesalahan-kesalahan konsep temannya jika teman satu kelompok melakukan kesalahan.3.    Permainan (Games)Game atau permainan terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang relevan dengan materi, dan dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. Kebanyakan game atau permainan terdiri dari pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. Game atau permainan ini dimainkan pada meja turnamen atau lomba oleh 3 orang siswa yang mewakili tim atau kelompoknya masing-masing. Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. Siswa yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapat skor. Skor ini yang nantinya dikumpulkan siswa untuk turnamen atau lomba mingguan.4.    Turnamen atau Lomba (Tournament)
Turnamen atau lomba adalah struktur belajar, dimana game atau permainan terjadi. Biasanya turnamen atau lomba dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja siswa (LKS). Turnamen atau lomba pertama guru membagi siswa ke dalam beberapa meja turnamen atau lomba. Tiga siswa tertinggi prestasinya dikelompokkan pada meja I, tiga siswa selanjutnya pada meja II dan seterusnya.5.    Penghargaan Kelompok (Team Recognition)Setelah turnamen atau lomba berakhir, guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang, masing-masing tim atau kelompok akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang telah ditentukan. Tim atau kelompok mendapat julukan “Super Team” jika rata-rata skor 50 atau lebih, “Great Team” apabila rata-rata mencapai 50-40 dan “Good Team” apabila rata-ratanya 40 kebawah. Hal ini dapat menyenangkan para siswa atas prestasi yang telah mereka buat.Sesuai dengan kelima komponen diatas, maka secara singkat skenario dalam model TGT ini adalah sebagai berikut:1.    Guru menyampaiakan tujuan yang ingin dicapai dan menyampaiakan materi yang akan dibahas pada hari itu. Kemudian membuat kelompok siswa heterogen 4-5 orang, kemudian berikan informasi pokok materi dan mekanisme kegiatan.2.    Menyiapkan meja turnamen atau lomba secukupnya, misal 10 meja dan untuk tiap meja ditempati 4 siswa yang berkemampuan setara, meja pertama diisi oleh siswa dengan level tertinggi dari tiap kelompok dan seterusnya sampai meja kesepuluh ditempati oleh siswa yang levelnya paling rendah. Penentuan tiap siswa yang duduk pada meja tertentu adalah hasil kesepakatan kelompok.3.    Selanjutnya adalah pelaksanaan turnamen atau lomba, setiap siswa mengambil kartu soal yang telah disediakan pada tiap meja dan mengerjakannya untuk jangka waktu tertentu (misal 3 menit). Siswa bisa mengerjakan lebih dari satu soal dan hasilnya diperiksa dan dinilai, sehingga diperoleh skor turnamen atau lomba untuk tiap individu dan sekaligus skor kelompok asal. Siswa pada tiap meja turnamen atau lomba sesuai dengan skor yang diperolehnya diberikan sebutan (gelar)  superior, very good, good dan medium.4.    Begitu juga untuk turnamen atau lomba ketiga-keempat,  dan seterusnya. Dan dilakukan pergeseran tempat duduk pada meja turnamen atau lomba sesuai dengan sebutan gelar tadi, siswa superior dalam kelompok meja turnamen atau lomba yang sama, begitu pula untuk meja turnamen atau lomba yang lainnya diisi oleh siswa dengan gelar yang sama.5.    Setelah selesai hitunglah skor untuk tiap kelompok asal dan skor individual, berikan penghargaan kelompok dan individual. 2.4 Cara Menggunakan Model TGTTGT adalah teknik pembelajaran yang sama seperti STAD dalam setiap hal kecuali 1: yaitu sebagai ganti kuis dan sistem skor perbaikan individu, TGT menggunakan turnamen permaianan akademik. Dalam turnamen itu siswa bertanding mewakili timnya dengan anngota tim lain yang setara dalam kinerja akademik mereka yang lalu. Uraian selengkapnya komponen-komponen TGT adalah sebagai berikut.Presentasi kelas. (sama seperti STAD)Tim (sama seperti STAD)Permainan: permainan tersususn dari pertanyaan pertanyaan yang relevan konteks yang dirancang untuk mengetes pengetahuan siswa yang diperoleh dari dari presentasi kelas dan latihan tim. Permainan dimainkan pada meja-meja yang berisi tiga siswa, tiap-tiap siswa mewakili tim yang berbeda. Kebanyakan permainan hanya berupa pertanyaan-. Seorang pertanyaan yang diberi nomor dan disajikan pada lembar pertanyaan. Seorang siswa mengambil sebuah kartu bernomor dan berusaha menjawab pertanyaa yang sesuai dengan nomor kartu tersebut. Diadakan aturan tantangan yang memungkinkan seseorang pemain mengemukakan jawaban berbeda untuk menantang jawaban lawannya.Turnamen. Turnamen merupakakan stuktur bagaimana dilaksanakanya permainan tersebut. Turnamen itu biasanya dilaksanakannya pada akhir minggu, setelah guru menyelesaikan presentasi kelas dan tim-tim memperoleh kesempatan berlatih dengan LKS. Untuk turnamen pertama, guru menetapkan siapa yang akan bertanding di meja permainan. Menetapkan tiga siswa peringkat teratas dalam kinerja yang lalu pada meja satu, masing-masing siswa mewakili timnya. Tiga siswa berikutnya pada meja 2, dan seterusnya. Bertanding dengan lawann seimbang ini menyerupai sistim skor perbaikan individu pada STAD, yang memungkinkan bagi setiap siswa dari seluruh tingkat kinerja yang lalu menyumbang secara maksimal kepada skor timnya apabila mereka melakukan yang terbaik.Setelah minggu pertama tersebut siswa dapat berpindah meja bergantung pada kinerja mereka sendiri pada turnamen paling muktahir. Pemenang pada tiap meja akan naik ke atas meja yang lebih tinggi berikutnya; siswa yang memperoleh skor urutan kedua tetap berada di meja yang sama; dan siswa yang mendapat skor terendah turun ke meja yang lebih rendah. Dengan cara ini, jika ada siswa yang salah tempat pada awalnya, mereka akhirnya akan bergerak ke atas atau ke bawah sampai mereka berada pada tingkat kinerja yang benar.
Persiapan untuk menggunakan TGTBahan. Bahan ajar untuk TGT adalah sama seperti bahan ajar STAD. TGT juga membutuhkan satu set kartu yang di beri nomor 1-30 untuk tiap tiga siswa dalam kelas yang terbesar. Guru-guru di Amerika dapat memperoleh bahan ajar tersebut dari Johns Hopskins Team Learning Project.
Menetepkan siswa ke dalam Tim. Menetapkan siswa ke dalam tim-tim heterogen yang terdiridari empat sampai lima siswa.
Menetapkan siswa pada meja awal turnament awal. Buat salinan lembar penetapan meja turnamen. Pada lembar ini, rangking siswa dari atas ke bawah menurut kinerja yang lalu. Hitung jumlah siswa di dalam kelas Anda. Jika jumlah kelas tersebut dapat habis di bagi tiga, maka seluruh meja turnamen akan memiliki tiga anggota tinggal menempatkan tiga siswa pertama pada daftar meja 1, tiga meja berikut ke meja 2, dan seterusnya. Nomor meja tersebut hanya untuk catatan guru, dalam mengumumkan penempatan meja oitu dengan dengan meja hijau,biru, dan sebagainya, dalam urutan acak, sehingga siswa tidak akan mengetahui secara persis bagaimana meja meja itu di susun peringkatnya.Bagaimana untuk memulai TGTAwali dengan jadwal kegiatan yang di deskribsikan pada sub bab berikutnya. Setelah mengajar sebuah pelajaran, umumkan penempatan tim dan mintalah siswa menggeser meja bersama-sama untuk membuat meja-meja tim. Katakan kepada siswa bahwa mereka akan bekerja dalam tim untuk beberapa miggu dan bertanding dalam permainan akademik untuk menambah poin kepada skor tim mereka, dan tim-tim yang memiliki skor tertinggi akan menerima penghargaan
Jadwal kegiatanTGT terdiri dari suatusiklus kegiatan pengajaran diatur seperti berikut:MENGAJAR-Mempresentasikan pelajaranBELAJAR TIM-Siswa mengerjakan LKS dalam tim mereka untuk menuntaskan bahan ajar tersebut.TURNAMEN-Siswa terlibat dalam permainan akademik dalam meja-meja turnamen 3 anggota HomogenPENGHARGAAN TIM-Skor tim di hitung berdasarkan pada skor turnamen anggota tim, dan papan buletin yang telah di siapkan digunakan untuk menempel hasil turnamen tersebut sebagai penghargaan kepada tim yang berkinerja baikMengajarWaktu:1-2 jam pelajaranIde utama: siswa mengerjakan LKS dalam tim merekaBahan Ajar yang dibutuhkan: dua LKS untuk tiap tim, dua lembar jawaban untuk tiap timBelajar timWaktu: 1-2 jam pelajaranIde utama: siswa mengerjakan lks dalam tim merekaBahan ajar yang di butuhkan: dua lks untuk tiap tim. Dua lembar jawaban untuk tiap timTurnamenWaktu: satu pertemuan kelasIde utama: siswa bertanding pada meja-mej aturnamen tiga siswa dengan kemampuan homogenBahan turnamen yang di butuhkan: lembar penempatan meja turnamen, dengan penempatan meja turnamen dengan penempatan meja turnamen yang telah di isi. “ satu copy lembar permainan dan kunci lembar permainan untuk tiap meja turnamen.Satu lembar skor permainan untuk meja turnamen.Satu tumpuk kartu-kartu bernomor yang sesuai dengan nomor pertanyaan-pertanyaan pada lembar permainan untuk tiap meja turnamen
Pada permulaan periode turnamen, informasikan perihal penempatan-penempatan meja turnamen siswa dan menugasi mereka secar bersama-sama mengeser meja-meja dan menugasi seorang siswa untuk membagi satu lembar kunci jawaban dan satu tumpuk kartu bernomor dan satu lembar skor permainan pada tiap meja. Untuk memulai permainan, masing-masing siswa dalam sebuah meja turnamen memngambil sebuah kartu untuk menentukan pembaca pertama, yaitu siswa dengan  nomor tertinggi. Permainan berlangsung menurut arah jarum jam dari pembaca pertama.
            Pada saat permainan tersebut mulai, pembaca mengocok kartu dan mengambil sebuah kartu paling atas. Ia kemudian membaca dengan keras pertanyaan yang sesuai dengan nomor kartu, termasuk seluruh pilihna jawaban apabila pertanyaan tersebut berbentuk pilihan ganda. Seorang pembaca yang tidak yakin akan jawabanya diperbolehkan menerka tanpa mendapat hukuman. Apabila isi permainan melibatkan soal hitungan, seluruh siswa tidak hanya pembaca harus mengerjakan soal tersebut sehingga mereka siap menantang.            Setelah pembaca tersebut memberikan sebuah jawaban siswa di sebelah kirinya (penantang pertama) memiliki kesempatan untuk menantang atau memberikan jawaban berbeda, dan penantang harus berhati-hati jika jawabanya salah maka kartu mereka akan diambil. Dan apabila  tidak ada jawaban yang benar kartu tersebut di kembalikan ke tumpukan kartu.
    2.5 Kekurangan dan Kelebihan pada Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Teams Games and Tournament)Kelebihan model pembelajaran kooperatif tipe TGT adalah sebagai berikut:1.    Model TGT tidak hanya membuat siswa yang cerdas (berkemampuan akademis tinggi) lebih menonjol dalam pembelajaran, tetapi siswa yang berkemampuan akademi lebih rendah juga ikut aktif dan mempunyai peranan yang penting dalam kelompoknya.2.    Dengan model pembelajaran ini, akan menumbuhkan rasa kebersamaan dan saling menghargai sesama anggota kelompoknya.3.    Dalam model pembelajaran ini, membuat siswa lebih bersemangat dalam mengikuti pelajaran. Karena dalam pembelajaran ini, guru menjanjikan sebuah penghargaan pada siswa atau kelompok terbaik.4.    Dalam pembelajaran siswa ini membuat siswa menjadi lebih senang dalam mengikuti pelajaran karena ada kegiatan permainan berupa tournamen dalam model ini.Kelemahan dalam model pembelajaran kooperatif tipe TGT adalah sebagai berikut:1.    Dalam model pembelajaran ini, harus menggunakan waktu yang sangat lama.2.    Dalam model pembelajaran ini, guru dituntut untuk pandai memilih materi pelajaran yang cocok untuk model ini.3.    Guru harus mempersiapkan model ini dengan baik sebelum diterapkan. Misalnya membuat soal untuk setiap meja turnamen atau lomba, dan guru harus tahu urutan akademis siswa dari yang tertinggi hingga terendah.      2.6 Penerapan TGT dalam MatematikaPembelajaran Tim SiswaMata Pelajaran: MatematikaLembar Kerja: PersenTopik: Pecahan
            Desimal dan Persen            Persen dari suatu bilangan
Isikan jawaban di tempat yang kosong:
1.5/8     = ..........%
2. 0,233 =..........%
3. 47/8   =.........%
4. 3/1000  =.......%
5. 16/25    =......%
Isikan jawaban di tempat yang kosong:
16    24=.............% dari 96
17    6=48% dari.......
18    ...............=125%dari 20
19    0,5=0,2% dari..........
Tulis dalam bentuk pecahan pembilang  dan penyebut terkecil
6        28%
7        105%
8        0,72%
9        2 1/5 %
10    7,5%
Isikan jawaban di tempat yang kosong
21    .............=0,2% dari 2,5
22    12=...............%dari 3
23    5,76 = 6% dari............
24    .........=140% dari 60
25    3,5=..........%dari 40
Tulis dalam bentuk desimal
11    342%
12    6 ½%
13    27 1/9%
14    4,63%
15    1/8%

     26    Jono meminjam Rp 175.000,- dari bank dengan bunga 10% pertahun. Berapa jumlah total uang yang harus di bayarkan ke bank tersebut bila ia mengembalikan uang tersebut 18 bulan kemudian?
27    Susi belajar pelajaran sejarah selama 15 menit, mengerjakan soal matematika 20 menit, dan memerlukan waktu 1 ½ jam menulis karangan bahasa inggis. Berapa persen waktu yang ia pergunakan untuk mengerjakan soal-soal matematika tersebut?
28    Apabila ongkos yang dikeluarkan toko mas untuk membuat sebuah cincin adalah Rp 150.000,- dan toko itu menjual cincin tersebut dengan harga Rp 300.000,- berapa persen untungnya dihitung dari ongkos pembuatan cincin tersebut?
29    2 sendok makan selai kacang mengandung 9 gram protein. Ini sama dengan 15% kebutuhan protein yang di butuhkan tubuhmu setiap hari?
30    2 sendok makan selai kacang mengandung 0,8% kebutuhan harian vitamin A tubuhmu. Berapa sendok makan selai kacang yang harus kamu makan untuk mencukupi kebutuhan harian vitamin A tersebut?
               Jawaban Lembar KerjaMata Pelajaran: Matematika                                                            Persen1        62,5%
2        23,3%
3        487,5%
4        0,3%
5        65%
6        7/25
7        1 1/20
8        9/1250
9        11/500
10    3/40
11    3,42
12    0,065
13    0,2711
14    0,0463
15    0,00125
16    25%
17    12,5
18    107,5
19    2,5%
20    7500
21    0,005
22    400%
23    96
24    84
25    8 ¾% atau 8,75%
26    Rp 201.250,-
27    16%
28    100%
29    60 gram
30    250 sendok makan
         Pembelajaran Tim SiswaMata Pelajaran: MatematikaPermainan/Kuis: Persen
Isikan jawaban di tempat yang kosong:
1        7/25=.......%
2        7,293=......%
3        3 5/16=.....%
4        1/250=.......%
5        2 2/125=.....%
Isikan jawaban di tempat yang kosong
16    2,2=.......% dari 50
17    3 = 0,5% dari.....
18    ........= 250% dari 42
19    280 =.........% dari 70
20    21= 0,25% dari.....

Tulis dalam bentuk pecahan pembilang dan penyebut terkecil
6        320%
7        0,25%
8        30 2/5%
9        480%
10    6,5%
Isikan jawaban di tempat aynag kosong
21    ........= 170% dari 6
22    0,4= ......% dari 20
23    0,6= 0,5% dari........
24    ...........= 0,% dari 70
25    7=................% dari 8
Tulis dalam bentuk desimal
11    0,35%
12    428%
13    32,7%
14    3 ¼%
15    20 5/8%

         Pembelajaran Tim SiswaMata Pelajaran: MatematikaPermainan/Kuis: PersenSoal Cerita26    Ongkos membuat sepasang sarung tangan adalah Rp 4.000,- Di toko, sarung tangan tersebut dijual Rp 11.000,- berapa persen keuntungan yang diperoleh dibandingkan dengan ongkos pembuatan tersebut
27    Satu gelas es cream mengandung 3,9 gram protein. Kebutuhan protein harian yang direkomendasikan adalah 60 gram. Oleh karena itu, seseorang yang menghabiskan satu gelas es cream tersebut mengandung beberapa persen kebutuhan harian protein yang direkomendasikan tersebut?
28    Sebuah benda yang di timbang di Mars menunjukkan massa 19 kg dan akan menunjukkan massa 50 kg apabila di timbang di bumi. Masa di mars tersebut berapa persen massa di bumi?
29    Dni meminjam Rp 180.000,- dari bank dan setuju membayar bunga 10% per tahun. Pada saat jatuh tempo melunasi hutangnya, ia membayar jumlah total Rp 225.000,- berapa tahun dani meminjam uang tersebut?
30    Susi membeli sebuah radio dengan harga Rp 280.000,- pajak penjualan 7% dari harga tersebut. Berapa jumlah total yang harus dibayar susi untuk radio tersebut?
           Pembelajaran Tim SiswaMata Pelajaran: MatematikaKunci jawaban permainan/kuis: Persen1        28%
2        729,3%
3        331,25%
4        0,4%
5        201,6%
6        3 1/5%
7        1/400
8        38/125
9        4 4/5
10    13/200
11    0,0035
12    0,0035
13    0,327
14    0,0325
15    0,20625
16    4,4%
17    600
18    105
19    400%
20    84
21    10,2
22    2%
23    120
24    0,14
25    87,5%
26    175%
27    6,5%
28    38%
29    2,5 gram
30    Rp 299.600,-
        LEMBAR IKHTISAR TIMNama Tim:
Anggota Tim







Total






















































Skor tim total








Rata-rata tim








Hadiah Tim








Rata-rat tim=skor tim total:jumlah anggota tim KRITERIA POIN PERBAIKANApabila suatu skor kuis adalah...                                seorang siswa memperoleh·         Sempurna tanpa memandang                      skor perbaikan 30
Skor dasar·         Lebih dari sepuluh poin di atas                   skor perbaikan 30
Skor dasar·         Skor dasar sampai sepuluh                          skor perbaikan 20
Poin di atas skor dasar·         Sepuluh poin dibawah sampai satu             skor perbaikan 10
Poin di bawah skor dasar·         Lebih dari sepuluh poin di bawah               skor perbaikan 0
Skor dasar    LEMBAR SKOR KUIS  

tujuan
Tujuan
Tujuan
Tanggal
Tanggal
tanggal
siswa
dasar
kuis
poin
dasar
kuis
poin
dasar
kuis
poin




















                       BAB 1IIPENUTUP  3.1 Kesimpulan  Model pembelajaran kooperatif adalah pola interaksi siswa dengan guru didalam kelas yang menyangkut strategi, tipe, metode, dan teknik pembelajaran yang diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran di kelas.   .  Model pembelajaran kooperatif tipe TGT merupakan model pembelajaran yang mengacu pada pendekatan kerja sama antarkelompok dengan mengembangkan kerja sama antarpersonal.  Model pembelajaran TGT mempunyai lima komponen penting, yaitu: penyajian kelas, kelompok, permainan, turnamen atau lomba atau perlombaan, dan penghargaan kelompok.    Pembelajaran TGT dapat diterapkan pada berbagai mata pelajaran, namun pelajaran lebih cocok dengan materi pelajaran eksak.3.2 Saran              Saran untuk penulis selanjutnya adalah menggunakan literatur yang lebih banyak dan lebih bervariasi dari yang digunakan penulis. Dan membahas permasalahan yang lebih mendalam.
 

1 komentar: