MERETAS BUYLING DI SOSIAL MEDIA DENGAN MENANAMKAN AQIDAH YANG KUAT
Oleh: Ratna Mettasari, S.Pd
Di abad ke 20 ini,
teknologi informasi dan komunikasi berkembang dan menyebar begitu sangat cepat.
Hal ini dapat dibuktikan dengan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi
yang hampir merata di semua kalangan. Entah itu tua, muda, miskin ataupun kaya
hampir semua dapat menikmati perkembangan teknologi tersebut.
Perkembangan
teknologi informasi dan komunikasi tersebut tentunya memiliki dampak yang
sangat kuat. Yakni dampak positif dan dampak negative. Dampak positifnya adalah
dengan adanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memudahkan
manusia melakukan berbagai hal yang dulu mustahil untuk dilakukan. Misalnya
adalah silaturahmi dengan manusia di seluruh penjuru dunia. Sebelum teknologi
informasi dan komunikasi berkembang berkomunikasi dengan orang luar (luar
negeri) menjadi kemustahilan. Membutuhkan waktu dan biaya yang sangat banyak.
Namun, dengan kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi abad ini tak hanya
silaturahmi saja. Bahkan kita bisa melakukan beberapa hal dalam satu genggaman
saja. Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yang tidak bijak ternyata juga memiliki dampak
negative. Salah satu dampak negativnya adalah maraknya kriminalisasi melalui
teknologi informasi dan komunikasi.
Apakah perkembangan
teknologi informasi dan komunikasi penting bagi kita sebagai ketenaga
pendidikan?. Tentu saja, seperti yang dipaparkan di atas bahwa penggunaan
perkembangan teknologi tidak hanya di kalangan
tua saja. Tetapi, juga di kalangan muda yaitu anak-anak kita
(pesertadidik).
Jenis penggunaan
teknologi yang sering di gunakan anak-anak kita? Jenis teknologi yang sering
anak-anak kita gunakan adalah media sosial (faceook whatshap,instragram, dll). Apakah itu berdampak positif? Tentu saja ada
positif dan ada dampak negatifnya pula. Jika anak kita menggunakan secara bijak
maka tentusaja dampak positif yang akan diterima. Tetapi jika mereka
menggunakan secara tidak bijak maka dampak negatiflah yang akan diperoleh
mereka.
Dampak negative
apakah yang sering anak-anak hadapi dengan adanya perkembangan teknologi
informasi dan komunikasi? Buylling
media sosial. Inilah yang wajib kita ketahui
selanjutnya sebagai pendidik. Dampak-dampak perubahan sikab pada peserta didik
kita yang disebabkan pengaruh negative media sosial. Buylling pada media sosial apakah yang
dimaksud? Buylling di sini tidak hanya komentar pedas saja, atau perkataan yang
menyakiti salah satu pihak. Tetapy buylling yang sering di hadapi anak-anak
kita adalah Body Shaming
yang berkaitan dengan fisik
ananda kita.
Bagaimana kalau
sudah terjadi? Kita harus terlibat dan mengawasi dan yang terpenting
mendampingi. Karena hal yang terpenting setelah menjadi korban adalah dengan
melakukan pendekataan secara hati. Menasihati dari hati ke hati.
Bagaimana cara
meminimalisir dampak yang di sebabkan oleh buylling(before)? Perkembangan itu pasti menghindari itu jangan. Penanaman pondasi yang
kuat inilah yang menjadi kunci bagi orang tua maupun pendidik dalam menghadapi
dampak negative buylling. Jika pondasinya kuat takkalah mereka dilepas maka
mereka akan memiliki pegangan yang sangat kuat.
Apakah pondasi itu? Alqur’an
dan as sunnah. Jika kita benar-benar menancapakan dasar ini kedalam diri
anak-anak kita maka jika anak-anak melakukan sesuatu yang bersifat negative
maka dia akan mengembalikan kepada al-qur’an dan assunah. Jikalau itu
diterapkan di semua anak-anak kita maka buylling akan terminimalisir.
Teaching
point yang bisa kita ambil adalah ada keterlibatan beberapa
pihak untuk mengarahkan peserta didik kita kepada hal-hal positif tentu saja
ada peran orang tua dan seorang guru yang berperan untuk menancapkan pondasi
yang kuat kepada anak-anak kita sebagai bekal menghadapi perkembangan dan
dampak-dampak negatifnya. So, kita harus mempersiapkan strategi tepat akurat
demi terciptanya generasi emas bebas buylling.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar